Blogging Gratis untuk Pemula Pilih Yang Mana? Blogger vs WordPress

Platform blogging terbaik Blogger vs Wordpress

Di tahun 2020 ini layanan blogging gratis sudah cukup banyak. Meskipun begitu ada dua OG blogging platform gratis yang masih bertahan dan populer hingga saat ini, Blogger.com (Blogspot) dan WordPress.com. Buat yang baru pertama kali memulai blogging mungkin masih bingung nih kalau mau blogging secara gratis pilih Blogger (Blogspot) atau WordPress. Mari kita kenalan dengan meraka dan temukan mana yang paling cocok untuk keperluanmu.

Mengenal Blogger.com (Blogspot)

Blogger.com (Blogspot) merupakan layanan blogging yang diakuisisi Google pada tahun 2003. Apakah kamu juga termasuk yang kenal Blogger (Blogspot) gara-gara dapat tugas sekolah bikin blog atau website? Hehe. Karena layanan ini benar-benar gratis-tis dan hasilnya seperti website beneran yang bisa diakses lewat internet jadi selain XAMP sepertinya banyak guru IT/Komputer di sekolah juga mengajarkan membuat website menggunakan ini. 

Selain itu, pembuatan blog atau website di Blogger.com juga sangat mudah, apalagi jika kamu sudah punya akun Gmail. Yap, karena Blogger bagian dari Google sekarang, jadi ia juga terintegrasi dengan layanan Google lainnya seperti Gmail, Google Photo, Google Maps, Google Drive, Google+ (RIP), Google AdSense, Youtube, dll.

Tampilan Pengguna Blogger.com

Sejauh yang bisa saya ingat, Blogger.com sudah mengalami dua kali perubahan tampilan penggunaannya sejak tahun 2007. Di tahun 2020 ini, tampilan penggunaan Blogger.com menurut saya terbilang lebih clean and simple. Sangat user friendly buat yang baru pertama kali bikin blog.

New Blogger User Interface 2020
Tampilan dashboard pengguna Blogger.com tahun 2020

Gimana? Setuju kan dengan saya? Setelah berhasil login ke Blogger.com dengan akun Google, kamu langsung disuguhin sama tombol untuk membuat postingan baru, beberapa menu utama, dan semua postingan yang kamu miliki baik yang sudah dipublikasi maupun yang masih dalam bentuk draf. Selain itu. kamu juga dapat sekilas info tentang statistik postingan kamu nih, berapa komentar dan views-nya.

Fitur-Fitur Baru Blogger.com

Beberapa hal menarik lainnya yang bisa saya highlight dari tampilan Blogger.com di tahun 2020 ini adalah adanya fitur autosave saat kita menulis postingan, tab Pengasilan yang dapat kita gunakan untuk memonetisasi blog kita, tampilan pengguna ini juga sekarang lebih nyaman diakses via mobile browser, serta adanya fitur untuk melihat bagaimana tampilan postingan kita pada berbagai ukuran layar dalam menu Pratinjau.

Fitur Pratinjau Blogger 2020
Pratinjau postingan kita di layar smartphone dalam mode landscape

Membangun Blog Feeds di Blogger.com

Selain itu, dengan Blogger.com kita juga dapat membentuk Blog Feeds yaitu sekumpulan blog yang kita ikuti. Mirip seperti sistem Follow di media sosial. Kita dapat melihat postingan terbaru dari blog-blog yang kita ikuti. Ini nih yang bikin asiknya Blogger.com. Kita bisa follow blog yang memberikan informasi yang kita suka atau orang-orang yang kita suka. Pada akhirnya, like-minded people jadi lebih mudah berkumpul dan kita mendapatkan manfaat lebih dari aktivitas blogging ini.

Tampilan Blog Feeds Blogger 2020
Tampilan Blog Feeds pada tab Daftar Bacaan

Pilihan Kostumisasi Pada Blogger.com

Tidak seperti media sosial maupun Medium, di mana pengguna hanya perlu membagikan konten saja dan tidak dapat mengubah tampilan visual profil dan kontennya agar berbeda dari pengguna lainnya,  Blogger.com memungkinkan kamu untuk utak-atik tampilan blog kamu. Mau ganti font, ubah warna, ubah background, ganti logo, kasih banner, ubah pilihan menu navigasi, dll. Kustomisasi pada Blogger.com ini luas namun tidak tak terbatas.

Secara bawaan Blogger.com memberikan beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan beberapa mudah. Pilihannya cukup terbatas yakni warna tema, background, dan font. Blogger juga menawarkan 11 tema bawaan gratis yang bisa kamu kostumisasi lagi. Jika ingin utak-atik lebih lanjut lagi, kita perlu mengutak-atik kode HTML dari tema blog yang kita gunakan. Kita bisa belajar sendiri untuk menemukan dan membuat tema yang kita inginkan atau cukup mencari Blogger template yang dapat disesuaikan di Google.

Cara Kostumisasi Tema Blogger 2020

Awalnya mungkin ini agak mengintimidasi ya kalau belum pernah kenalan sama HTML. Namun pelan-pelan saja, tidak perlu khawatir. Karena Blogger ini sudah cukup lama, cukup mudah untuk menemukan berbagai tutorial untuk mencapai menu, fitur, dan tampilan yang kita inginkan. Kita tidak perlu jadi seorang ahli kode HTML, cukup tahu dan bisa sesuai apa yang dibutuhkan aja.

Kita juga bisa download template / tema gratis yang dibuat khusus untuk Blogger di Google. Biasanya template gratis ini memiliki link di bagian paling bawah blog dari siapa pembuatnya. Kalau mau menghilangkannya biasanya pembuatnya menawarkan untuk membeli full version template tersebut. 

Terkait template pihak ketiga ini tetap perlu hati-hati ya untuk memilih template dari penjual atau pembuat yang terpercaya agar blog kita bersih dari kode-kode HTML yang tidak bertanggung jawab. Carilah template di website pembuatnya langsung atau di penerbit resmi template tersebut.

Kostumisasi yang juga tak kalah pentingnya ialah kostumisasi domain. Jika kamu sudah memiliki domain sendiri, kamu dapat menautkannya ke blog kamu di Blogger.com. Caranya cukup mudah, tutorialnya ada di Google, sudah termasuk aktivasi https:. Https ini yang bikin website kamu dinilai aman oleh mesin pencari dan browser.

 

Cara Menautkan Domain ke Blogger 2020
Menautkan domain pribadi ke Blogger.com

Menautkan domain kamu ke Blogger berarti aktivitas blogging kamu jadi tidak 100% free ya. Tentunya kamu ada pengeluaran untuk perpanjangan domain kamu agar terus aktif. Kecuali kamu menggunakan domain gratisan. Domain berakhiran .tk misalnya. Dengan menautkan domain, url kamu tampil lebih ringkas di address bar dan membantu orang lebih mudah mengingat blog kamu.

Mengenal WordPress.com

Kalau bahas tentang WordPress agar tidak saling tertukar perlu diketahui ada dua jenis WordPress ya. Ada WordPress.com dan ada WordPress.org. WordPress.com yang akan kita bahas adalah platform freemium untuk blogging yang fitur-fitur dasarnya dapat dinikmati secara gratis. Fitur-fitur untuk penulisan postingannya sama seperti Blogger.com. 

Sedangkan WordPress.org adalah aplikasi Content Management System (CMS) gratis yang dapat digunakan untuk membuat blog namun membutuhkan domain dan hosting sendiri. Aplikasi CMS ini diinstal ke hosting kamu. Jadi iya aplikasi WordPress.org-nya gratis, tapi tidak berarti tanpa biaya. Jadi kalau yang mau benar-benar gratis gunakan WordPress.com, ini yang kita bahas.

Tampilan Pengguna WordPress.com

Saya kurang ingat bagaimana tampilan pengguna WordPress.com sebelum tahun ini. Sekilas sepertinya masih sama. Berbeda dengan interface Blogger.com yang menggunakan dua kolom utama, laman utama pengguna WordPress.com memiliki tiga kolom. Tampilan pengguna ini mengingatkan saya pada tampilan Dashboard WordPress.org.

User Interface Login Dashboard Wordpress Gratis
User Interface WordPress.com

Setelah membuat akun, pengguna akan diarahkan untuk membuat site. Pada WordPress.com proses ini dibantu dengan panduan visual yang membimbing kita selangkah demi selangkah untuk membangung blog kita. Panduan ini sangat membantu sekali untuk yang baru pertama kali menggunakan WordPress.com. User experience yang sangat menyenangkan untuk berkenalan dengan ekosistem WordPress.com.

Tips Tutorial Wordpress Gratis
Panduan visual WordPress.com dalam setiap langkah membangun blog kamu

Pada halaman dashboard, pengguna juga dapat menemukan video tutorial dan menu-menu shortcut yang dapat digunakan untuk mengelola blog, tanpa perlu buka satu-satu menu sidebar di sebelah kiri.

Di awal pembuatannya, blog kita berada dalam keadaan belum dirilis (coming soon) sampai kita merilisnya (launch). Ini merupakan pendekatan yang berbeda dengan Blogger.com, di mana setelah memilih nama domain bawaan, nama blog, dan template, wblog kita sudah langsung online (dapat diakses siapa saja). 

Oh ya, saat baru login pengguna akun gratis juga langsung 'diingatkan' bahwa sedang menggunakan paket gratis dari WordPress.com. Karena WordPress.com juga menawarkan beberapa paket berlangganan ya. Paket-paket langganan ini yang akan membuka fitur-fitur yang dikunci pada akun gratisnya.


Harga Paket Wordpress

Menggunakan WordPress.com secara gratis membuat kita perlu terbiasa dengan melihat iklan dan tawaran ini-itu dari WordPress saat mengelola blog kita. Tawaran meningkatkan kapasitas penyimpanan blog lah, menggunakan domain yang telah dimiliki atau mencari domain baru lah, menunjukkan data statistik lebih banyak lah, dll.

Hal ini karena model bisnis WordPress.com sedikit berbeda dengan Blogger yang berada dalam naungan Google. Sehingga selama kamu menggunakan akun gratisnya, maka WordPress.com akan terus memberikan penawaran-penawaran dan "kadang-kadang" menampilkan iklan pada blog kamu. Itu semua agar kamu tertarik untuk menggunakan layanan berbayar mereka yang menjadi sumber pemasukan utamanya.

Tapi apakah fitur-fitur gratisnya saja cukup menarik sampai pengguna bisa mengabaikan itu semua?

Fitur-Fitur WordPress.com

Surprisingly, iya. Saya yakin sebagian orang dapat mengabaikan itu semua karena memang fitur-fitur akun gratis WordPress.com ini jauh lebih banyak dan menarik lho dari Blogger. Dari mulai membangun dan mendesain blog kita sampai membuat halaman dan postingan kita, WordPress.com ini lebih advance dibandingkan Blogger. Lebih banyak yang bisa diutak-atik, lebih banyak yang bisa dilakukan, dan lebih banyak yang bisa ditambahkan. Itu semua dapat dilakukan dengan mudah tanpa bertemu sekalipun dengan kode-kode HTML. Sangat mengesankan.

Membuat Menu Navigasi

Tutorial Menu Navigasi Wordpress

Menu navigasi ini biasanya terletak di atas blog kita yang digunakan pengunjung untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Misalnya, dari halaman Home pindah ke halaman About kita tinggal klik tulisan About.

Dapat kita lihat ya di atas, tampilan untuk membuat menunya lebih advance namun tetap bebas dari kode-kode HTML? Apa yang kita tambahkan atau ubah juga langsung terlihat hasilnya di panel sebelah kanan. Dari panel pengaturan yang sama, kita juga bisa menambahkan ikon-ikon tautan ke akun media sosial kita dengan mudah. Sangat mudah digunakan.

Advance Content Writing

Ini mungkin adalah salah satu daya tarik terbesar yang membuat orang menggunakan WordPress.com. Tidak seperti Blogger yang halaman membuat postingannya polos disertai toolbar standar di bagian atasnya, WordPress.com menggunakan sistem penulisan postingan yang sama dengan WordPress.org yakni Gutenberg, sistem penulisan postingan menggunakan blok.

Menulis artikel blog di Wordpress


Dalam sistem penulisan ini konten kamu akan diterjemahkan sebagai satu satuan blok. Setiap satu paragraf menjadi satu blok, setiap satu media menjadi satu blok, dan seterusnya. Semua konten pada postingan kamu diterjemahkan menjadi blok yang dapat dihapus per blok dan dikostumisasi lebih lanjut per bloknya. Misalnya saja ketika kamu memilih untuk memasukkan media file seperti gambar, kamu ditawarkan lebih banyak pilihan dibandingkan Blogger yang hanya alignment, ukuran gambar, caption, dan alt text.

Cara menambahkan gambar ke wordpress

Itu baru satu blok, blok media, yang kita bahas. WordPress.com menawarkan hingga 107 pilihan blok gratis yang dapat kamu gunakan untuk memaksimalkan penulisan konten yang kamu buat lho. Beberapa blok powerful yang ditawarkan misalnya Image Compare, Layout Grid, Buttons, Columns, Polls, Star Rating, Price Table, Forms, dan masih banyak lagi. Setiap blok memiliki kostumisasi lebih lanjutnya masing-masing.

Membangun Blog Feeds di WordPress.com

Berbeda dengan Blogger yang menu Blog Feeds-nya bergabung dengan menu navigasi blognya, WordPress.com membuat tab terpisah khusus untuk Blog Feeds yaitu Reader. Pada halaman Reader ini selain menampilkan postingan dari blog yang kita ikuti, ada beberapa fitur tambahan yang disediakan Wordpress.com.

Daftar bacaan di wordpress cara follow wordpress

Melalui halaman Reader, kita dapat memantau percakapan pada komentar yang kita tinggalkan di postingan orang lain, mencari artikel orang lain yang menarik dari menu Search, melihat postingan yang kita sukai, serta mengikuti label (follow tags). Ini memperbanyak saluran pengguna untuk menemukan tulisan dan penulis baru ketimbang Blogger.

cara follow blog wordpress
Fitur Follow tags ini mirip dengan Follow hashtag di Instagram

Pilihan Kostumisasi WordPress.com

Dari segi penampilan blog kamu, WordPress.com menawarkan lebih banyak fitur yang dapat kamu kostumisasi. Misalnya lebih banyak pilihan layout template gratisnya yang tampilannya menurut saya sudah cukup cantik dan profesional. Menurut saya, template gratis yang ditawarkan sudah bervariasi dan masih dapat dikostumisasi lagi agar sesuai dengan apapun tema dan tujuan blog kamu.

Pilihan tema di wordpress

Kostumisasi yang dapat kamu lakukan pada tampilan blog kamu di WordPress.com ini jauh lebih advance dibandingkan Blogger dan bebas dari kode HTML. Tanpa memahami sedikitpun tentang kode HTML saya yakin kamu bisa memiliki blog yang ciamik jika menggunakan WordPress.com. 

Jika tampilan yang ditawarkan masih belum sesuai dengan kebutuhan blogging kamu, maka kamu perlu upgrade ke paket berlangganannya atau pindah ke WordPress.org. Karena fitur mengunggah tema dan plugin hanya dapat digunakan jika memiliki hosting.

WordPress.com juga memasukkan fitur domain redirect ke paket berbayarnya. Sehingga jika kamu ingin tetap menggunakan WordPress.com dan domain pribadi yang sudah dimiliki, kamu memerlukan setidaknya paket Personal.

Pros and Cons Blogger vs WordPress.com

Berikut ini adalah beberapa highlight perbedaan fitur Blogger dan WordPress.com yang dapat kamu pertimbangkan sesuai kebutuhan kamu.

Blogger

Pros:

  • Super simpel, anti ribet
  • Satu ekosistem dengan produk Google lainnya
  • Keterbatasan kostumisasi yang disediakan bisa dilalui dengan kode HTML
  • Sepenuhnya gratis
  • Tanpa iklan dari Blogger
  • Banyak template pihak ketiga gratis yang bisa diunduh dan langsung bisa digunakan
  • Kapasitas media terintegrasi dengan Google Drive (15 GB jika akun khusus hanya untuk blogging)
  • Bisa mengaitkan dengan domain yang sudah dimiliki secara gratis

Cons:

  • Fitur kostumisasi yang terbatas dan sederhana
  • Memerlukan pengetahuan HTML untuk kostumisasi lebih lanjut
  • Tidak ada kategorisasi, hanya label (tags)
  • Fitur penulisan postingan dan page sederhana
  • Kostumisasi tampilan terpisah antara Tata Letak dan Tema

WordPress.com

Pros:

  • Kaya fitur kostumisasi tampilan blog
  • Kaya fitur kostumisasi penulisan postingan dan page
  • Kostumisasi tampilan blog semua dalam satu panel pengaturan
  • Login melalui WordPress.com atau langsung dari halaman blog

Cons:

  • Tidak bisa mapping domain yang sudah dimiliki secara gratis
  • Tidak dapat menambahkan tema pihak ketiga
  • Tidak dapat menambahkan plugin
  • Beberapa fitur terkunci untuk pengguna gratis
  • Ada iklan dari WordPress.com
  • Kapasitas media hanya 3 GB untuk pengguna gratis

Kesimpulan

Blogger merupakan platform blogging yang paling simpel dan minimalis. Menurut saya ini akan cocok untuk pengguna yang tidak mau ribet di awal. Cari template gratis yang sesuai, unggah dan gunakan di blognya, selanjutnya tinggal rajin update tulisan dengan format tulisan yang simpel: Teks + Media.

Sedangkan WordPress.com merupakan platform blogging yang kaya fitur dan kostumisasi yang bebas dari kode-kode HTML. Platform ini akan cocok untuk pengguna yang ingin lebih banyak mengendalikan bagaimana penampilan blog dan tulisannya tanpa investasi waktu cari-cari template pihak ketiga yang sesuai maupun belajar sedikit HTML. 

Di awal penggunaan, WordPress.com mungkin akan sedikit lebih ribet karena perlu atur ini-itu sesuai yang diinginkan. Selain itu saat penulisan postingan juga banyak yang bisa diutak-atik agar lebih interaktif dan cantik tampilannya. Meskipun begitu setelah pengaturan di awal selesai, pengguna bisa tetap menggunakannya secara simpel seperti Blogger.

Untuk memutuskan platform blogging mana yang akan kamu gunakan, kamu bisa mempertimbangkan beberapa highlight Pros and Cons yang sudah saya sampaikan di atas dan disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan rencanana kamu untuk blogging. Misalnya, apakah kamu berencana untuk punya domain sendiri menggunakan nama pribadi atau nama pena kamu? Ini mungkin menjadi salah satu faktor terpenting dalam penentuan pilihan platform blogging pertama kamu.

Namun kamu tidak perlu khawatir jika berencana punya domain dan pindah ke WordPress.org tapi masih lama. Karena baik Blogger maupun WordPress.com memiliki fitur export blog, yang dapat kamu gunakan untuk migrasi postingan kamu nantinya ke domain dan hostingan pribadi kamu (untuk postingan dari Blogger perlu dikonversi dulu). Yang penting mulai saja dulu.

Jika masih bingung untuk menentukan pilihan, kamu bisa mencoba kedua platform tersebut terlebih dahulu selama satu-dua minggu untuk membiasakan dengan ekosistemnya. Saya pribadi dulu pernah menggunakan kedua platform tersebut hingga akhirnya saya lebih aktif dan nyaman menulis di salah satunya.

Semoga bermanfaat~ 😊

__________

Terima kasih ya sudah membaca tulisan ini 💖

Pernah menggunakan salah satu atau kedua platform ini? Ada poin yang ketinggalan saya mensyen? 

Kasih tahu dong pendapat dan pengalaman kamu di kolom komentar 👇


How do we remove /? M=1 from Blogspot blog? The best answer.