Latar Belakang Revolusi Hijau
Kelahiran Revolusi Hijau didorong oleh pendapat Thomas Robert Malthus pada abad ke-17 yang menyatakan bahwa perbandingan antara pertumbuhan bahan makanan tidak mengikuti pertumbuhan penduduk. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan di masa depan dan kemerosotan ekonomi. Oleh karena itu, orang mulai berpikir untuk melipatgandakan hasil produksi pertanian. Perhatian yang lebih serius dalam peningkatan produksi pangan mulai pada abad ke-20 dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan petani pada cuaca dan alam.
Awalnya hal ini bermula dari eropa kemudian menyebar ke Meksiko, India, dan Filipina untuk menemukan bibit unggul makanan pokok konsumsi manusia seperti kentang, jagung, gandum dan padi. Kemudian, di Indonesia Revolusi Hijau mulai diterapkan pada masa kepemimpinan Soeharto di tahun 1960-an dengan memprioritaskan peningkatan produksi beras melalui program Panca Usaha Tani.
Foto: Dok. YGBada

Tulis Komentar